Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mencatat sebanyak 10 orang menjadi korban akibat kericuhan saat Pesta Rakyat dalam rangka soft launching Surabaya Expo Center (SUBEC) yang menghadirkan penyanyi Denny Caknan. Seluruh korban sempat mendapatkan penanganan di RSUD Dr. M. Soewandhie. Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Billy Daniel Messakh mengatakan delapan korban telah diperbolehkan pulang, sedangkan dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif dan direncanakan menjalani operasi karena mengalami patah tulang.
Billy menjelaskan, korban mengalami berbagai kondisi, mulai dari sesak napas, reaksi konversi atau stres hingga kejang, patah tulang, serta luka akibat terinjak-injak saat kerumunan berdesakan. Dua korban yang mengalami patah tulang merupakan petugas keamanan, yakni seorang Babinsa berinisial S (42) yang mengalami patah tulang paha kiri dan seorang petugas Damkar berinisial F (47) yang mengalami patah tulang leher. Keduanya masih menjalani pemeriksaan lanjutan sebelum tindakan operasi dilakukan. Sementara enam korban lainnya yang sempat terinjak-injak dinyatakan tidak mengalami cedera serius dan telah dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan medis.
Dinkes Surabaya menyebut sejak awal acara telah menyiagakan dua tim medis dari puskesmas, dua tim kepolisian, serta empat ambulans di lokasi. Saat kericuhan terjadi, lima tim medis tambahan diterjunkan untuk mempercepat proses evakuasi korban. Selain korban yang dirujuk ke rumah sakit, sejumlah pengunjung yang mengalami keluhan ringan juga sempat mendapatkan penanganan medis di lokasi sebelum diperbolehkan pulang. Kericuhan terjadi saat gelaran Pesta Rakyat yang digelar Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka peresmian awal SUBEC di kawasan eks Hi-Tech Mall.

