Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan sekitar 200 karyawan TikTok-Tokopedia memilih mengambil paket kompensasi dalam proses penataan organisasi perusahaan, bukan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Pernyataan tersebut disampaikan setelah manajemen TikTok-Tokopedia memenuhi undangan DPR untuk memberikan klarifikasi terkait isu PHK massal yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurut Dasco, sebagian karyawan yang mengambil kompensasi juga telah memperoleh pekerjaan baru, termasuk dialihkan ke unit usaha lain di bawah TikTok Group.

Presiden Direktur PT Tokopedia, Stephanie Susilo, menegaskan tidak ada PHK di lingkungan TikTok maupun Tokopedia. Ia menjelaskan perusahaan saat ini tengah melakukan penataan tenaga kerja dan skema internal mobility, di mana sebagian karyawan memilih menerima kompensasi, sementara lainnya dipindahkan ke berbagai lini bisnis dalam grup TikTok-Tokopedia. Stephanie juga menyebut perusahaan masih membuka lebih dari 100 lowongan kerja di Indonesia sebagai bagian dari pengembangan bisnis.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi langkah perusahaan yang tetap memberikan kesempatan kepada pekerja melalui mekanisme internal mobility. Sebelumnya, isu mengenai PHK hingga 90 persen karyawan Tokopedia sempat beredar luas di media sosial. TikTok telah mengklarifikasi bahwa perusahaan hanya melakukan penyesuaian organisasi, khususnya pada divisi riset dan pengembangan (R&D), untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang, sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi di Indonesia.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *