Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menangani 10 korban akibat insiden penonton berdesakan hingga menjebol pagar saat konser Denny Caknan dalam rangka Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC) di kawasan eks Hi-Tech Mall THR, Minggu (5/7/2026). Kepala Dinkes Surabaya, Billy Daniel Messakh, mengatakan delapan korban telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan medis, sementara dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif karena mengalami luka berat.

Billy menjelaskan, dari delapan korban yang telah dipulangkan, satu orang mengalami sesak napas karena memiliki riwayat penyakit serupa, sedangkan satu korban lainnya mengalami stres setelah menjadi korban pencopetan. Mayoritas korban mengalami benturan dan terinjak di bagian perut serta dada. Setelah menjalani pemeriksaan, termasuk USG dan foto rontgen, seluruhnya dinyatakan tidak mengalami cedera serius sehingga diperbolehkan kembali ke rumah.

Sementara itu, dua korban yang masih dirawat merupakan petugas yang berjaga saat insiden terjadi, yakni seorang anggota Babinsa berinisial S (42) yang mengalami patah tulang paha kiri bagian atas dan seorang petugas pemadam kebakaran berinisial F (47) yang mengalami patah tulang leher. Dinkes Surabaya menyebut sejak awal acara telah menyiagakan dua tim puskesmas, dua tim kepolisian, serta mengerahkan lima tim medis tambahan saat kericuhan terjadi. Pemerintah Kota Surabaya juga menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait insiden tersebut, termasuk menelusuri asal para penonton yang hadir dalam acara.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *