Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan melalui Staf Khusus Menaker, Sukro Muhab, resmi membuka Kegiatan Layanan Kewirausahaan 2026 di Bantul guna mendorong penyandang disabilitas menjadi pencipta lapangan kerja. Peluang kerja kini diarahkan pada perluasan usaha mandiri, ekonomi kreatif, dan teknologi digital guna mengoptimalkan potensi masyarakat meski memiliki keterbatasan fisik.Selain memberikan pelatihan bagi wirausaha inklusif dan penguatan UMKM rintisan, Kemnaker turut menyiapkan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) sebagai bentuk pendampingan dan akses pembiayaan lanjutan. Program ini dirancang agar usaha yang dikembangkan para penyandang disabilitas mampu memperluas skala bisnis hingga menyerap tenaga kerja baru di sektor formal maupun nonformal.Berdasarkan data BPS 2023, dari 17 juta penyandang disabilitas usia produktif di Indonesia, baru 45 persen yang terserap di dunia kerja. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah mengingat adanya mandat Pasal 53 UU Nomor 8/2016 yang mewajibkan sektor publik menyerap 2 persen dan perusahaan swasta minimal 1 persen tenaga kerja dari kalangan disabilitas.“Lowongan kerja itu ada di mana-mana. Tidak hanya di perusahaan, tetapi juga bisa diciptakan sendiri. Yang perlu kita dorong adalah bagaimana masyarakat beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” kata Sukro Muhab.“Keterbatasan fisik bukan penghalang. Yang terpenting adalah kreativitas dan kemampuan berpikir. Kami ingin memastikan teman-teman disabilitas memiliki akses yang sama untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi,” tegasnya.

