Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, rencana Presiden Prabowo Subianto menyalurkan kredit hingga Rp400 triliun pada 2027 bertujuan meningkatkan akses keuangan masyarakat sekaligus mendorong kemampuan ekonomi mereka. Program ini menyasar petani, nelayan, masyarakat pedesaan, penduduk di daerah terpencil dan tertinggal, serta masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan. Pemerintah berharap penerima manfaat tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga memiliki simpanan di rekening perbankan.
Airlangga mengatakan, penyaluran kredit akan dilakukan melalui sejumlah skema, salah satunya Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada tahun ini, pemerintah mengalokasikan Rp300 triliun untuk KUR, ditambah Rp50 triliun untuk pembiayaan KUR sektor perumahan. Pemerintah juga membuka peluang untuk mempertimbangkan penyaluran kredit melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sesuai kebutuhan masyarakat. “Ujungnya masyarakat punya literasi keuangan dan punya uang untuk spending. Artinya punya saving atau simpanan di perbankannya masing-masing,” ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan target penyaluran kredit Rp400 triliun tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Pembiayaan itu diharapkan dapat memperluas akses modal bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk pelaku usaha di wilayah pedesaan dan daerah tertinggal. Prabowo juga mengapresiasi realisasi penyaluran kredit yang telah mencapai sekitar Rp53 triliun dengan penerima manfaat sekitar dua juta warga. Pemerintah selanjutnya akan mengatur alokasi pembiayaan berdasarkan sektor agar program tersebut dapat mendukung kegiatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

