Sebanyak 150 guru besar dari berbagai daerah di Indonesia mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri secara sukarela. Desakan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, ayah Gibran, terkait polemik ijazah Wapres.

Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas), Idrus Paturusi, mengatakan surat terbuka itu diinisiasi oleh 13 orang dan ditandatangani sejumlah guru besar sebagai representasi dari 150 guru besar. Dikutip dari KompasTV, Jumat (23/10/2026), Idrus menegaskan pihaknya mengimbau Gibran untuk mundur secara sukarela. Namun, ia mengaku belum mengetahui apakah desakan tersebut akan ditindaklanjuti melalui mekanisme politik atau konstitusional.

Dalam surat berjudul Menjaga Marwah Konstitusi, Etika Bernegara, dan Legitimasi Kepemimpinan Nasional, para guru besar menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan persyaratan pendidikan Gibran saat Pilpres 2024. Mereka menilai persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum formal, tetapi juga menyangkut pertimbangan moral dan etika dalam penyelenggaraan pemerintahan. Desakan pengunduran diri itu disampaikan sebagai imbauan moral kepada Gibran.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *