Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat fasilitas kredit belum dicairkan atau undisbursed loan mencapai sekitar Rp2.548 triliun hingga Juli 2026. Meski masih tinggi, permintaan pembiayaan dari sektor swasta mulai menunjukkan peningkatan.
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan tingginya kredit belum dicairkan dipengaruhi sisi permintaan pelaku usaha dan penawaran perbankan. “Data terakhir, kami melihat sektor swasta itu sudah mulai bergerak naik. Artinya, dari sisi permintaannya itu sudah mulai ada geliat untuk melakukan kredit,” kata Destry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Peningkatan penyaluran kredit mulai terlihat pada Agustus 2026 dengan pertumbuhan 13,65 persen secara tahunan. Kredit investasi tumbuh 25,11 persen, sedangkan kredit modal kerja meningkat 11,45 persen. BI juga memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Pendalaman Pasar Uang sejak 1 September 2026 untuk mendorong likuiditas perbankan disalurkan ke sektor ekonomi.

