New York – Indonesia menegaskan perdamaian di Jalur Gaza harus diikuti pemulihan kehidupan masyarakat, termasuk layanan dasar, infrastruktur, dan penghidupan layak. Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan tingkat tinggi mengenai pemulihan awal Gaza di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (23/9/2026) waktu setempat.
Sugiono mengatakan penghentian kekerasan, gencatan senjata, dan kelancaran bantuan kemanusiaan menjadi prioritas, tetapi perlu dilanjutkan dengan pemulihan jangka panjang. “Bagi rakyat Gaza, perdamaian harus berarti lebih dari sekadar tidak adanya kekerasan. Mereka harus dapat membangun kembali kehidupan yang layak dan bermartabat,” kata Sugiono.
Ia juga menekankan pemulihan harus dipimpin dan dimiliki rakyat Palestina. Dukungan internasional, menurutnya, perlu membantu memulihkan layanan dasar, membangun kembali infrastruktur, serta memperkuat kapasitas masyarakat Palestina dalam menentukan masa depan wilayah mereka.

