Jakarta – Pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) secara langsung ke rekening sekitar 50 juta warga miskin mulai kuartal I 2027. Rekening penerima akan disiapkan pemerintah sebagai bagian dari percepatan transformasi digital sistem perlindungan sosial. Sistem digitalisasi bansos tersebut ditargetkan mulai diluncurkan pada Oktober 2026.

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penerima bansos berasal dari kelompok desil 1 hingga 5. Pemerintah masih membenahi data untuk memastikan penetapan penerima lebih akurat. Sistem ini juga akan mengintegrasikan identitas digital, pertukaran data antarinstansi, pembayaran digital, serta verifikasi biometrik wajah dengan data Dukcapil.

“Nanti kita tidak subsidi produk lagi, tapi subsidi langsung diberikan pada rakyat ke bank account dari rakyat, itu arahan Presiden. Nah dengan begitu membawa keadilan ya, memberi keadilan kepada masyarakat kita. Masyarakat termiskin yang ada tadi 50 juta ya, 50 juta itu sudah pasti akan diberikan,” ujar Luhut dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026). Pemerintah juga menyiapkan portal agar masyarakat dapat mengecek status atau mengajukan bansos secara mandiri menggunakan NIK.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *