Program intervensi Gen Z yang diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menekan angka pengangguran terbuka mendapat sorotan dari DPRD Surabaya. Hingga memasuki triwulan akhir 2026, realisasi serapan anggaran program tersebut baru mencapai sekitar 2 persen. Dari total 31 kecamatan di Surabaya, baru sekitar empat hingga lima kecamatan yang mulai menyerap anggaran.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengatakan anggaran program telah didistribusikan ke masing-masing kecamatan sejak awal tahun anggaran 2026. Namun, rendahnya tingkat serapan dinilai menjadi indikator bahwa pelaksanaan program belum berjalan optimal. DPRD pun berencana melakukan monitoring dan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program yang diinisiasi Wali Kota Surabaya tersebut.
Menurut Yona, program intervensi Gen Z memiliki alokasi anggaran hingga Rp47 miliar apabila terserap secara maksimal. Hasil evaluasi pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) nantinya akan menjadi dasar penentuan keberlanjutan program. Jika dinilai tidak efektif dalam mencapai tujuan mengurangi pengangguran terbuka, DPRD membuka kemungkinan program tersebut dihentikan pada 2027 dan anggarannya dialihkan ke program lain yang dinilai lebih bermanfaat bagi masyarakat.

