JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pendekatan dialog dan negosiasi dalam membahas krisis di Myanmar pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2026. Indonesia mendorong seluruh negara anggota ASEAN untuk bersatu dan konsisten dalam menerapkan prinsip-prinsip piagam ASEAN. “Krisis tidak akan selesai dengan kekerasan, tetapi dengan meja dialog yang inklusif,” ujar Prabowo dalam pidatonya.Prabowo mengusulkan pembentukan mekanisme diplomatik khusus yang melibatkan semua pihak bertikai di Myanmar, termasuk pemerintah junta, kelompok etnis bersenjata, serta perwakilan masyarakat sipil. Ia juga mengkritik lambatnya implementasi konsensus 5 poin yang telah disepakati ASEAN sebelumnya. Indonesia siap menjadi fasilitator netral untuk menjembatani perbedaan.Negara-negara ASEAN lainnya diharapkan tidak ragu untuk memberikan tekanan diplomatik yang konsisten kepada junta Myanmar demi menghentikan kekerasan terhadap warga sipil. ASEAN juga perlu memperkuat peran badan penanggulangan bencana untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Myanmar. Dialog dan negosiasi yang inklusif adalah satu-satunya jalan menuju rekonsiliasi nasional yang langgeng di Myanmar. Prabowo mengajak semua pihak mengesampingkan kepentingan sempit demi rakyat Myanmar.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *