JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengusulkan penataan ulang posisi gerbong kereta api pasca tragedi kecelakaan di Bekasi Timur, dengan menempatkan penumpang laki-laki di gerbong paling ujung. Usulan ini bertujuan untuk meminimalkan risiko korban jiwa bagi perempuan dan anak jika terjadi kecelakaan serupa di masa mendatang. “Kita perlu evaluasi total tata letak penumpang berbasis gender demi keselamatan,” ujar Menteri PPPA dalam keterangannya.Menurutnya, dalam situasi darurat seperti tabrakan atau kebakaran, gerbong ujung kereta biasanya menjadi area yang paling parah terdampak. Dengan menempatkan laki-laki di gerbong ujung, diharapkan anggota keluarga rentan seperti ibu dan anak dapat lebih cepat dievakuasi dari zona berbahaya. Usulan ini akan disampaikan ke Kementerian Perhubungan dan PT KAI untuk dikaji lebih lanjut secara teknis.Menteri PPPA juga mendorong peningkatan standar keselamatan kereta api, termasuk sistem pengereman darurat dan prosedur evakuasi yang lebih cepat. Pemerintah akan membentuk tim khusus untuk mengevaluasi kejadian ini dan merumuskan rekomendasi kebijakan ke depan. Masyarakat diimbau tetap menggunakan transportasi umum dan mengikuti arahan petugas selama perjalanan.

