JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meminta aparat penegak hukum memproses secara tegas pelaku kekerasan anak di Daycare Little Aresha. Kasus ini terungkap setelah sejumlah orang tua melaporkan adanya luka memar dan tanda-tanda kekerasan pada anak mereka yang dititipkan di daycare tersebut. “Pelaku harus dihukum seberat-beratnya untuk memberikan efek jera,” ujar Menteri PPPA dalam keterangannya.Kementerian PPPA akan mengawal proses penyidikan kasus ini dan memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis. Pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas sosial dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memulihkan kondisi anak-anak korban kekerasan. Daycare Little Aresha saat ini sudah ditutup sementara dan pengasuh yang diduga pelaku telah ditahan polisi.Menteri PPPA mengimbau para orang tua untuk lebih selektif memilih tempat penitipan anak dan memastikan tersedia sistem pengawasan yang baik. Pemerintah juga akan mengevaluasi perizinan daycare di seluruh Indonesia agar kejadian serupa tidak terulang. Masyarakat yang mengetahui praktik kekerasan di daycare diminta segera melapor ke pihak berwajib.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *