JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berencana menutup program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. Langkah ini diambil sebagai bagian dari reformasi pendidikan tinggi untuk meningkatkan daya saing lulusan. “Kami tidak ingin lulusan S1 menganggur karena ilmunya tidak sesuai kebutuhan zaman,” ujar perwakilan Kemdiktisaintek dalam keterangannya.Prodi yang akan dievaluasi antara lain yang tingkat penyerapan lulusannya rendah dan kurikulumnya tidak mengikuti perkembangan teknologi. Kemdiktisaintek akan melakukan pemetaan terhadap ribuan prodi di seluruh Indonesia melalui koordinasi dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta. Sebagai alternatif, prodi yang masih diminati namun kurang relevan akan direvitalisasi dengan penambahan mata kuliah keterampilan dan magang industri.Kebijakan ini mendapat dukungan dari kalangan industri yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan tenaga kerja siap pakai. Pemerintah juga mendorong perguruan tinggi untuk membuka prodi-prodi baru yang berbasis sains dan teknologi, seperti kecerdasan buatan dan energi terbarukan. Proses penutupan akan dilakukan bertahap dengan memperhatikan nasib mahasiswa yang sedang menempuh studi.

