Jakarta – Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menyatakan penolakan tegas terhadap agenda pertemuan antara pemerintah Lebanon dan Israel yang dijadwalkan berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (14/4). Pertemuan yang melibatkan duta besar kedua negara tersebut bertujuan untuk merintis negosiasi langsung, namun Qassem menilai upaya itu sia-sia di tengah eskalasi serangan militer Israel ke wilayah Lebanon. Ia menuduh pembicaraan tersebut hanyalah taktik politik untuk melucuti persenjataan Hizbullah demi kepentingan keamanan sepihak Israel.Meskipun pemerintah Lebanon memprioritaskan gencatan senjata, Israel secara terbuka menyatakan ingin membuka perjanjian perdamaian formal yang mencakup penghapusan kekuatan militer Hizbullah. Hal ini memicu gelombang unjuk rasa di Beirut yang menuduh PM Lebanon Nawaf Salim melakukan pengkhianatan terhadap rakyat di saat invasi terus meluas. Situasi di lapangan kian memanas sejak gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu serangan balasan Hizbullah pada Maret lalu dan dibalas kembali oleh pemboman Israel yang telah menewaskan 2.055 orang, termasuk anak-anak dan petugas medis.Ketegangan ini semakin diperburuk oleh pelanggaran gencatan senjata yang sebenarnya telah berlaku sejak November 2024, di mana serangan harian Israel bahkan turut menelan korban dari anggota TNI di pasukan UNIFIL. Qassem menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyerah pada tekanan diplomatik yang bertujuan melemahkan perlawanan mereka. Baginya, keterlibatan Amerika Serikat dalam memperkuat militer Lebanon hanya ditujukan untuk membenturkan kekuatan internal demi kepentingan Zionis, sehingga Hizbullah memilih untuk tetap bertahan di medan tempur.”Israel dengan jelas menyatakan bahwa tujuan negosiasi ini adalah untuk melucuti senjata Hizbullah, seperti yang berulang kali dinyatakan oleh Netanyahu. Jadi bagaimana Anda bisa pergi ke negosiasi yang tujuannya sudah jelas? Kami tidak akan beristirahat, berhenti, atau menyerah. Sebaliknya, kami akan membiarkan medan perang berbicara sendiri,” kata Naim Qassem dalam pidatonya.”Kami menginginkan pelucuran senjata Hizbullah, dan kami menginginkan perjanjian perdamaian sejati yang akan berlangsung selama beberapa generasi,” tegas PM Netanyahu.
HIZBULLAH TOLAK KERAS RENCANA PERTEMUAN LEBANON DAN ISRAEL DI AMERIKA SERIKAT
Bywarta stv
Apr 14, 2026
