JAKARTA – Pemerintah Lebanon membuka jalur diplomasi baru dengan Israel melalui pembicaraan langsung yang dimediasi Amerika Serikat, sebagai upaya terpisah dari negosiasi terkait konflik Iran. Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Raggi menegaskan hanya pemerintah Lebanon yang memiliki kewenangan penuh mewakili negaranya dalam setiap perundingan internasional. “Negara Lebanon sendirilah yang memiliki wewenang untuk bernegosiasi atas nama Lebanon. Lebanon berupaya, melalui negosiasi langsung dengan Israel, untuk mencapai gencatan senjata,” ujar Raggi melalui pernyataan di platform X, Selasa (14/4/2026).Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa pembicaraan dengan Iran dapat dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari ke depan tanpa melibatkan Lebanon, sementara Lebanon dan Israel memulai putaran pertama negosiasi diplomatik langsung yang dimediasi AS. Negosiasi terjadi di tengah serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon Selatan yang menargetkan Hizbullah. Lebanon diwakili Duta Besar Nada Hamadeh, sementara Israel diwakili Duta Besar Yechiel Leiter, dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut hadir sebagai penasihat keamanan nasional Trump.Presiden Lebanon Joseph Aoun berharap pembicaraan ini akan menandai awal berakhirnya penderitaan rakyat Lebanon, khususnya di wilayah selatan. Ia menegaskan stabilitas Lebanon Selatan tidak akan pulih selama pasukan Israel masih berada di wilayah Lebanon. “Satu-satunya solusi terletak pada penempatan kembali tentara Lebanon hingga perbatasan yang diakui secara internasional dan bertanggung jawab sepenuhnya atas keamanan wilayah tersebut dan keselamatan penduduknya tanpa kerja sama dari pihak mana pun,” kata Aoun saat bertemu Kepala Staf Angkatan Bersenjata Italia Luciano Portolano.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *