Gresik – Kamis, 9 April 2026, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bakal memastikan dua anak yang terkena peluru nyasar di Kabupaten Gresik, Jawa Timur mendapatkan penanganan kesehatan, pendampingan psikososial, dan perlindungan dari potensi tekanan maupun intimidasi. Diduga peluru nyasar itu berasal dari lapangan tembak milik TNI AL (Marinir) Karangpilang Surabaya yang pada tanggal 17 Desember 2025 sedang melaksanakan latihan menembak rutin.
Kini Tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA 129) telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Jawa Timur dan UPT PPA Kabupaten Gresik. Fauzi menekankan pemulihan korban tidak boleh berhenti pada penanganan medis awal, melainkan harus dilanjutkan rehabilitasi berkelanjutan hingga anak benar-benar pulih.
“Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan mendorong agar dilakukan secara profesional, transparan, dan memberikan keadilan bagi korban dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” tegasnya.

