JAKARTA – Kepolisian mengungkap motif di balik aksi percobaan bunuh diri wanita berinisial JS (20) di depan Istana Merdeka pada Minggu (22/3) malam. Berdasarkan pendalaman Satuan PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat, JS diduga mengalami depresi berat akibat komplikasi permasalahan keluarga serta trauma masa lalu terkait kasus pelecehan seksual yang dialaminya saat masih di bawah umur. Pihak kepolisian menemukan bukti bahwa korban saat ini sedang menjalani perawatan kejiwaan di RSCM, tempat ia kini dirawat intensif setelah diamankan oleh petugas Paspampres dan pihak kepolisian.
Penyelidikan mengungkap bahwa kasus pelecehan yang menimpa JS di masa lalu berakhir dengan kesepakatan damai antara keluarga korban dan pelaku yang berujung pada pernikahan. Namun, beban psikologis dari masalah internal rumah tangga dan konflik dengan keluarga besarnya disinyalir menjadi pemicu tindakan nekat tersebut. Hingga saat ini, polisi masih berupaya menghubungi pihak keluarga dan suami korban, meski terkendala kondisi JS yang masih dalam pengaruh obat-obatan dan belum bisa diajak berkomunikasi secara normal di rumah sakit.
Peristiwa ini bermula saat JS terpantau menunjukkan gerak-gerik mencurigakan di area Pos 02 Istana Merdeka sekitar pukul 23.35 WIB dengan melepas sepatu dan meletakkan tasnya di jalan. Aksi tersebut segera diantisipasi oleh Pratu Rival yang sedang berjaga, sebelum akhirnya JS diamankan ke Polres Metro Jakarta Pusat pada pukul 01.16 WIB guna pemeriksaan lebih lanjut. Polisi memastikan fokus utama saat ini adalah pemulihan kondisi kejiwaan korban sebelum melakukan pendalaman informasi lebih mendalam.
“Ternyata dia ini pernah melaporkan ke unit PPA terkait pelecehan seksual gitu. Dia sebagai korban gitu, waktu itu usia dia masih di bawah umur. Ada kesepakatan nih antara kedua belah pihak gitu, antara keluarga yang korban dan keluarganya pelaku,” kata Kepala Satuan PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia.
“Dia (korban) punya permasalahan keluarga. Satu, dia permasalahan keluarga besarnya dia, maksudnya orang tuanya gitu kan. Terus yang kedua, permasalahan internya dia, pribadi dia. Jadi memang terlalu banyak ya permasalahan sehingga dia depresi,” lanjutnya.

