Jakarta – Sabtu, 14 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Teheran terus melakukan pendekatan diplomatik yang intensif dengan otoritas Iran, guna memastikan kapal Indonesia dapat melewati Selat Hormuz dengan aman. Untuk diketahui, Iran menutup jalur laut di Selat Hormuz sebagai pembalasan setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang mereka pada 28 Februari lalu. Imbas penutupan Selat Hormuz tersebut mengakibatkan naiknya harga minyak dunia.

Pada kesempatan yang sama, Nabyl A. Mulachela juru bicara Kemlu RI lainnya, mengatakan bahwa dengan terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, Indonesia berharap perdamaian tercipta. Berdasarkan isi resolusi tersebut, Dewan mengutuk “dengan sekeras-kerasnya” serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania dan menegaskan kembali dukungan kuatnya terhadap kedaulatan, integritas teritorial, dan kemerdekaan politik negara-negara tersebut.

Pernyataan itu secara khusus mengutuk serangan Iran terhadap daerah permukiman dan objek sipil – menuntut penghentian segera – serta menuntut agar Teheran menghentikan ancaman, provokasi, dan tindakan yang bertujuan untuk mengganggu perdagangan maritim, serta dukungan kepada kelompok proksi di seluruh wilayah.

“Dubes kita di Teheran terus berkomunikasi dengan pemerintahan Iran dan otoritas terkait mengenai hal ini. Kita akan terus dorong pendekatan diplomatik yang intensif terkait isu spesifik ini karena ini merupakan isu yang krusial untuk kita,” ujar Yvonne Mewengkang juru bicara Kemlu RI dalam taklimat media Kemlu di Jakarta, Jumat (13/3/2026) yang dikutip.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *