Amerika – Jumat, 13 Maret 2026, Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mulai mempertanyakan apakah tim nasional sepak bola Iran seharusnya tetap mengikuti Piala Dunia FIFA 2026. Hal itu disampaikan Trump pada Rabu (11/3/2026) waktu setempat, sehari setelah pemerintah Iran menyatakan kemungkinan menarik diri dari turnamen tersebut menyusul konflik dengan AS.

Melalui media sosial, Trump menyebut tim nasional Iran sebenarnya dipersilakan tampil di Piala Dunia. Namun menurutnya, dalam situasi saat ini kehadiran tim tersebut dinilai tidak tepat. Pernyataan itu kemudian memicu berbagai tafsir di media sosial. Sebagian pengguna mempertanyakan apakah Trump merujuk pada keamanan tim Iran saat bepergian ke AS atau selama mengikuti turnamen. Beberapa pihak bahkan menilai pernyataan tersebut sebagai ancaman terselubung.

Sebelumnya, Iran telah memilih Kino Sports Complex di Tucson, Arizona sebagai lokasi base camp tim selama Piala Dunia. Persiapan tersebut bahkan telah dilakukan lebih dari 18 bulan. Jika Iran benar-benar mundur, rencana itu termasuk aktivitas ekonomi yang terkait di wilayah Arizona menjadi tidak pasti. Berdasarkan regulasi FIFA, tim yang mengundurkan diri paling lambat 30 hari sebelum pertandingan pertama dapat dikenai denda minimal 250.000 franc Swiss atau sekitar 320.800 dolar AS. Selain itu, sanksi tambahan juga bisa dijatuhkan, termasuk larangan mengikuti kompetisi mendatang atau digantikan oleh tim nasional lain.

“Tim nasional sepak bola Iran memang dipersilakan mengikuti Piala Dunia, tetapi menurut saya mereka tidak pantas berada di sana, demi keselamatan hidup mereka sendiri,” tulis Trump seperti dikutip Iran Insight, Jumat (13/3/2026).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *