Jakarta – Selasa, 10 Februari 2026, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia mencatat lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil meninggal dunia sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) hingga saat ini. Pihak Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyebut, 9.669 target sipil telah dihancurkan dalam serangan tersebut.

Selain itu, sebanyak 65 sekolah dan fasilitas pendidikan, 13 bangunan Perhimpunan Bulan Sabit Merah, serta sejumlah infrastruktur penyediaan energi turut terdampak. Iran menyebut Amerika dan Zionis juga menyerang infrastruktur vital, termasuk bandara sipil, pesawat penumpang, serta fasilitas penyulingan air laut di Pulau Qeshm, yang melanggar hukum kemanusiaan internasional.

Berkaitan dengan hal-hal tersebut, Iran menyatakan hak wajar, sah, dan legalnya untuk mempertahankan integritas teritorialnya, sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Operasi pertahanan Iran ditujukan terhadap target dan fasilitas yang menjadi sumber dan titik awal tindakan agresif terhadap rakyat Iran, atau yang berfungsi mendukung tujuan tersebut.

“Hingga saat ini, lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil tak berdosa telah menjadi syahid, dan 9.669 target sipil telah dihancurkan, termasuk 7.943 unit rumah tinggal, 1.617 pusat perdagangan dan layanan, 32 pusat medis dan farmasi,” demikian tertulis dalam keterangan yang diterima redaksi Kompas.TV, Senin (9/3/2026).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *