Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Kabinet Paripurna dan menegaskan kritik keras terhadap pejabat atau tokoh yang datang ke lokasi bencana hanya untuk pencitraan. Dalam rapat yang membahas penanganan bencana di Sumatra itu, Presiden menekankan, “Saya mohon, jangan pejabat-pejabat, tokoh-tokoh datang ke daerah bencana hanya untuk foto-foto dan untuk dianggap hadir, ya. Mohon sebaliknya. Kita tidak mau ada budaya wisata bencana.” Ia menegaskan kedatangan harus benar-benar bermaksud membantu dan memahami kesulitan di lapangan.

Pernyataan ini disampaikan menyusul sorotan publik terhadap kunjungan sejumlah pejabat seperti Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Anggota DPR Verrel Bramasta ke lokasi bencana, yang dianggap sebagian warganet sebagai bentuk akting atau pencitraan. Presiden menolak praktik yang menjadikan korban sebagai objek, seraya menegaskan, “Rakyat di situ jangan dijadikan objek. Kita datang ke situ benar-benar ingin mencari masalah, melihat kesulitan, dan bertindak.”

Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Berdasarkan data BNPB per 15 Desember 2025, bencana tersebut telah menewaskan 1.030 orang, dengan 206 orang masih hilang dan lebih dari 608 ribu warga mengungsi. Pernyataan Presiden sekaligus mengingatkan agar fokus penanganan bencana tetap pada substansi penanggulangan dan pemulihan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *