Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada semester I 2026 mencapai 5,84 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen. Hal tersebut disampaikan dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026). Khofifah menegaskan, capaian tersebut memperkuat posisi Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara yang menghubungkan produksi, investasi, dan pasar antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur.

Selain pertumbuhan ekonomi, Jawa Timur disebut menyuplai 80 persen kebutuhan logistik di 17 provinsi. Peran tersebut didukung pengembangan 13 kawasan industri, dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta Kawasan Industri Halal. Pemerintah Provinsi Jatim juga mendorong investasi agar melibatkan pemasok lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah produk daerah. “Konektivitas ini memberi ruang bagi hasil kerja petani, nelayan, pelaku UMKM, dan industri Jawa Timur untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pada saat yang sama, hubungan tersebut memperkuat rantai pasok dan kegiatan ekonomi di berbagai wilayah Nusantara,” ujar Khofifah.

Untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan, Pemprov Jatim terus mengembangkan infrastruktur di kawasan pesisir, kepulauan, Madura, dan wilayah selatan. Sejumlah proyek yang digenjot antara lain Jalan Pantai Selatan di Tulungagung sepanjang 51,56 kilometer yang telah tersambung penuh, serta uji coba Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi pada segmen Gending–Paiton sepanjang sekitar 24 kilometer. Modernisasi pelabuhan dan fasilitas penyeberangan juga dilakukan di sejumlah wilayah. Khofifah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pesantren, dan dunia usaha untuk mendukung pembangunan serta memperkuat peran Jawa Timur dalam perekonomian nasional.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *