Jakarta – Indonesia menyepakati pemulangan 30.190 koleksi Eugène Dubois dan 20 benda budaya bersejarah dari Belanda. Kesepakatan tersebut ditandatangani Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda Rianne Letschert di Indonesia House, Amsterdam, Jumat (9/10/2026). Fadli menyebut repatriasi ini menjadi langkah penting untuk memulihkan keadilan sejarah sekaligus mengembalikan kedaulatan budaya Indonesia.

Koleksi Dubois mencakup temuan manusia purba Homo erectus atau Manusia Jawa yang memiliki nilai ilmiah dan historis penting dalam penelitian evolusi manusia. Pada tahap lanjutan ini, sebanyak 29.763 objek dan 427 kerangka leluhur atau sisa-sisa manusia akan dikembalikan dari Naturalis Biodiversity Center di Leiden. Sebelumnya, empat koleksi Dubois telah dipulangkan pada Desember 2025 dan kini dipamerkan di Museum Nasional Indonesia. “Ini merupakan repatriasi terbesar dalam sejarah Indonesia, bahkan salah satu tonggak repatriasi paling signifikan di dunia, baik dari segi kuantitas maupun kualitas dan nilai ilmiah koleksinya,” ujar Fadli.

Selain koleksi Dubois, sebanyak 20 benda budaya dari tujuh kelompok koleksi juga disepakati untuk dikembalikan karena dinilai berpindah kepemilikan secara tidak sukarela pada masa kolonial. Benda-benda tersebut meliputi Berlian Banjarmasin, Pedang Sikin Panjang, panel makam Kesultanan Aceh, manuskrip Al-Qur’an milik Teuku Umar, manuskrip Kesultanan Aceh, gulungan Wayang Beber, dan nisan Batu Aceh. Setelah tiba di Indonesia, Kementerian Kebudayaan akan mengelola koleksi melalui perawatan dan konservasi, penelitian ilmiah bersama, serta perluasan akses publik untuk kepentingan pendidikan dan pelestarian warisan budaya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *