SURABAYA — Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur masih mendalami dugaan pelecehan seksual menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang melibatkan mahasiswa. Kampus melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) terus mengumpulkan bukti dan meminta keterangan dari sejumlah pihak untuk mengungkap kasus tersebut. Pemeriksaan telah dilakukan terhadap terduga pelaku, sementara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa (Hima) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) juga telah dipanggil untuk memberikan keterangan.

Humas UPN Veteran Jatim, Nizwan, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara terpisah terhadap terduga pelaku dan pihak pelapor. Sejumlah bukti digital yang berkaitan dengan dugaan kasus tersebut juga telah dikumpulkan BEM dan Hima dan kini masih diperiksa Satgas PPKS. “Kalau bukti sih saya belum bisa kasih keterangan secara detail ya, karena masih dalam proses pengumpulan,” kata Nizwan, Sabtu (22/8/2026). Dalam kasus ini, belum ada korban yang secara resmi melapor langsung kepada Satgas PPKS maupun pihak fakultas. Hima menjadi pihak yang melaporkan kasus setelah mendapat informasi dari sejumlah pihak yang berada di bawah pendampingannya.

Dugaan pelecehan tersebut disebut dilakukan dengan membuat foto rekayasa menggunakan teknologi AI, kemudian menyebarkannya melalui media sosial. Terduga pelaku sebelumnya juga sempat mengunggah video klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, tetapi unggahan tersebut kemudian dihapus. Kampus hingga kini belum dapat memastikan jumlah korban dan masih membutuhkan waktu untuk merampungkan pemeriksaan serta pengumpulan bukti. UPN Veteran Jatim memastikan perkembangan kasus akan disampaikan setelah proses pendalaman oleh Satgas PPKS selesai.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *