Jakarta – Perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian ekonomi global, namun pemerintah diminta tidak cepat puas karena pertumbuhan masih ditopang sejumlah faktor musiman.
Said menyebut sektor akomodasi, makanan dan minuman tumbuh 10,6 persen, sedangkan sektor informasi dan komunikasi meningkat 6,97 persen. Namun, pertumbuhan industri pengolahan melambat dari 5,04 persen pada triwulan I menjadi 4,52 persen pada triwulan II 2026. Sektor pertanian juga turun dari 4,97 persen menjadi 3,8 persen.
“Industri pengolahan adalah tulang punggung perekonomian nasional. Kontribusinya mencapai 18,5 persen terhadap PDB dan menyerap sekitar 13,5 persen tenaga kerja nasional. Karena itu perlambatan pertumbuhannya harus segera diantisipasi,” ujar Said Abdullah, Jumat (7/8/2026).
Said juga menyoroti dominasi pekerja informal yang mencapai 59,3 persen dari total pekerja. Ia meminta pemerintah memperkuat kebijakan bagi pekerja informal melalui kemudahan akses pendidikan, BPJS, serta perluasan kesempatan kerja agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata.

