Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi, Semarang, setelah 707 siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 698 orang mendapat penanganan di lokasi, sedangkan sembilan lainnya dirujuk ke rumah sakit dan puskesmas untuk menjalani observasi.
Kepala BGN, Sudaryono, meninjau langsung para korban di sejumlah rumah sakit. Berdasarkan hasil investigasi awal, insiden diduga dipicu oleh beberapa bahan makanan yang masih menjalani pemeriksaan laboratorium, serta proses memasak yang dilakukan terlalu dini sebelum makanan didistribusikan.
“Sejauh ini, investigasi yang kami terima ada beberapa bahan, yakni daun singkong, bumbu rendang, dan lain-lain. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya,” ujar Sudaryono.
BGN juga mempercepat penerapan sistem digital untuk memantau seluruh proses produksi makanan, mulai dari waktu memasak, penggunaan bahan, hingga distribusi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kejadian serupa, sementara hasil uji laboratorium masih menunggu proses pemeriksaan.

