Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menemukan sekitar 169 ribu kepala keluarga (KK) tidak dapat ditemukan di alamat sesuai data administrasi kependudukan berdasarkan hasil Survei Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kondisi tersebut membuat Pemkot mengambil langkah menonaktifkan sementara data warga tersebut di Aplikasi Cek-in Warga sambil meminta masyarakat segera melakukan verifikasi dan melaporkan keberadaan mereka melalui kelurahan atau kecamatan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan seluruh program pemerintah, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, sosial hingga bantuan sosial, mengacu pada kesesuaian antara data administrasi kependudukan (de jure) dengan kondisi tempat tinggal sebenarnya (de facto). Berdasarkan data Disdukcapil Surabaya, terdapat 1.002.736 KK di Kota Pahlawan. Namun, hasil pendataan DTSEN mencatat sekitar 169 ribu KK tidak ditemukan di lapangan, sedangkan pendataan program digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) menemukan hampir 200 ribu KK dengan kondisi serupa. Warga yang masih tinggal di Surabaya tetapi domisilinya berbeda dengan alamat di Kartu Keluarga diminta segera memperbarui data, sementara warga yang telah menetap di luar Surabaya diimbau mengurus perpindahan administrasi kependudukan sesuai domisili.
Kepala Disdukcapil Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menegaskan pemutakhiran data kependudukan menjadi kunci keberhasilan penerapan sistem pemerintahan digital yang menjadikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai identitas tunggal untuk seluruh layanan publik. Menurutnya, pembaruan data diperlukan agar perencanaan pembangunan dan penyaluran bantuan sosial benar-benar tepat sasaran serta mencegah terjadinya kesalahan data, seperti penerima bantuan yang telah meninggal dunia atau warga yang sudah pindah namun masih tercatat di alamat lama. Karena itu, masyarakat diimbau segera melaporkan setiap peristiwa kependudukan, mulai dari kelahiran, perpindahan domisili, perkawinan hingga kematian, agar data administrasi selalu sesuai dengan kondisi di lapangan.

