Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya memasang papan peringatan di sepanjang bantaran Sungai Jagir, Kecamatan Wonokromo, setelah seekor buaya muara beberapa kali terlihat di kawasan tersebut. Kemunculan satwa liar itu menjadi perhatian setelah sebuah video yang memperlihatkan buaya berada di dekat lokasi pemancing viral di media sosial. BPBD pun mengimbau masyarakat menghentikan sementara aktivitas di tepi sungai, terutama memancing, guna mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa.
Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya, Arif Sunandar, mengatakan kemunculan buaya di Sungai Jagir merupakan kejadian baru yang sebelumnya belum pernah dilaporkan. Hasil pengecekan lapangan memastikan keberadaan satu ekor buaya di aliran sungai tersebut. Berdasarkan kajian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Sungai Jagir masih termasuk habitat alami buaya muara. Satwa tersebut sebelumnya juga sempat terpantau di bawah Jembatan Nginden sebelum berpindah ke sekitar Pintu Air Jagir. Namun, proses evakuasi belum dapat dilakukan karena kondisi sungai yang lebar, dalam, dan berarus deras dinilai berisiko bagi petugas maupun satwa.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD bersama Posko Terpadu Jemursari, Projopati Ngagel, dan Perum Jasa Tirta memasang rambu larangan beraktivitas di bantaran sungai, melakukan patroli darat dan air, serta memberikan imbauan kepada masyarakat melalui pengeras suara. Kepala Pelaksana BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menyatakan hingga kini buaya belum pernah naik ke daratan, tetapi warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak mencoba mendekati atau menangkap satwa tersebut. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila buaya terlihat bergerak mendekati kawasan permukiman agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.

