Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya sejak Senin (22/6/2026) malam hingga Selasa (23/6/2026) pagi menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan. Berdasarkan laporan warga dan pendengar Radio Suara Surabaya, ketinggian genangan air bervariasi, dengan titik terdalam mencapai sekitar 30 sentimeter sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Luapan air terjadi setelah saluran drainase dan sejumlah tampungan air tidak mampu menampung tingginya curah hujan. Di kawasan Danau Unesa, air dilaporkan meluap hingga menggenangi badan jalan. Kondisi tersebut membuat pengendara mobil maupun sepeda motor terpaksa menggunakan jalur berlawanan arah untuk melintas demi menghindari genangan yang cukup tinggi.
Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pemadam Kebakaran langsung menerjunkan personel serta armada penyedot air ke sejumlah lokasi terdampak. Proses penyedotan banjir terpantau dilakukan di kawasan Medokan dan Jalan Simo Kalangan guna mempercepat surutnya genangan dan mengurangi dampak terhadap lalu lintas warga.
Adapun sejumlah ruas jalan yang dilaporkan tergenang antara lain Jalan Dr. Ir. H. Soekarno, Raya Bukit Darmo, Mayjen Sungkono, Margorejo, Ahmad Yani Ketintang, Diponegoro, Banyu Urip, Tanjungsari, Nginden, Rungkut Harapan, Medokan Ayu, Sukomanunggal, Gununganyar, Tenggilis, Bratang Gede, Ngagel, Kedung Baruk, Menur Pumpungan, Simo Kalangan, Pandugo, Brebek Industri hingga Tambak Mayor. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan lalu lintas akibat genangan air.

