JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong program pelatihan sumber daya manusia (SDM) secara masif untuk menjawab tantangan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang diprediksi akan mengubah lanskap dunia kerja. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan keterampilan digital agar pekerja tidak tergantikan oleh otomatisasi. “Industri 4.0 harus disikapi dengan peningkatan kompetensi, bukan kecemasan,” ujar perwakilan Kemnaker dalam keterangannya.Program pelatihan akan meliputi data analytics, pemrograman, literasi AI, hingga soft skill seperti pemecahan masalah kompleks dan kreativitas. Kemnaker menggandeng perusahaan teknologi dan platform pembelajaran daring untuk menyediakan materi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Targetnya, setidaknya 1 juta pekerja bisa mendapatkan sertifikasi kompetensi digital setiap tahun.Masyarakat yang tertarik dapat mendaftar melalui aplikasi prakerja atau balai latihan kerja (BLK) terdekat. Pemerintah juga memberikan insentif bagi perusahaan yang mengadakan pelatihan internal peningkatan kompetensi AI. Pekerja diimbau untuk tidak berdiam diri, tetapi proaktif meng-upgrade kemampuan. Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi akan terus diperkuat untuk menciptakan SDM yang adaptif. Digitalisasi bukan ancaman jika dikelola dengan baik.

