Filipina – Kamis, 7 Mei 2026, Prabowo Subianto Presiden dijadwalkan mengikuti tiga pertemuan tingkat tinggi, yakni KTT Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) hari ini, dan pada pada 8 Mei 2026 akan menghadiri KTT ke-48 ASEAN, yang akan berlangsung dalam dua sesi yaitu sesi pleno dan sesi retreat. Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, KTT ke 48 akan fokus membahas ketahanan energi dan pangan di kawasan Asia Tenggara.

Soal ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) hanya menyisakan proses legal scrubbing untuk kemudian ditandatangani pada ASEAN Summit bulan November 2026 yang akan datang. DEFA merupakan salah satu warisan dari Keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023, yang ditargetkan akan diselesaikan pada tahun 2026 ini. Di mana tujuannya menyelaraskan kebijakan terkait ekonomi digital, guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ASEAN.

DEFA dapat menjadi terobosan bagi ASEAN dalam merespon tantangan global, dan penyelesaian DEFA akan menjadi penanda kesiapan kawasan dalam menyambut era kolaborasi ekonomi digital yang terbuka untuk semua pihak.

“Implementasi DEFA akan dapat mendongkrak nilai ekonomi digital ASEAN menjadi USD2 triliun pada tahun 2030, naik dari perkiraan awal yang sebesar USD1 triliun,” pungkasnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *