Surabaya – Jumat, 24 April 2026, Sebanyak delapan dari 68 rumah sakit (RS) di Kota Surabaya kini telah tersertifikasi memiliki standar layanan internasional atau Medical Tourism guna menarik pasien domestik maupun mancanegara. Hal itu disampaikan dr. Atiek Tri Arini, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dalam program Semanggi Suroboyo di Radio Suara Surabaya, Jumat (24/4/2026) pagi. Dari delapan rumah sakit itu, tiga di antaranya rumah sakit pemerintah.
Dia mengatakan, Dinkes Surabaya berkomitmen memastikan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) memenuhi standar kualitas yang tinggi untuk meningkatkan angka harapan hidup warga yang kini berada di angka 74 tahun. Sementara itu, dr. Listyorini Rara Ningtias Direktur RSUD Eka Candrarini pada kesempatan yang sama turut menekankan bahwa standar global tidak hanya soal alat, tetapi juga soal “memanusiakan” pasien melalui budaya melayani yang kuat.
Terkait pengembangan rumah sakit, dr. Tias memaparkan bahwa ke depan, standarisasi rumah sakit tidak lagi hanya terpaku pada pembagian Tipe A, B, atau C, melainkan pada kompetensi tiap layanan. Adapun saat ini, RSUD Eka Candrarini sedang memperkuat layanan unggulannya di bidang ibu dan anak.
“Angka harapan hidup Kota Surabaya ini kan sudah sangat tinggi ya, sudah di angka 74 (tahun) gitu. Otomatis layanan kesehatan yang di Kota Surabaya ini harus benar-benar kita pastikan memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Surabaya, terstandarisasi, dan berkualitas tentunya,” tambahnya.

