SURABAYA – Higgs Games Island (HGI) kembali menggelar turnamen domino berskala nasional di Surabaya. Ajang yang berlangsung pada 18–19 April 2026 di Grand City Mall ini diikuti ribuan peserta dan mempertegas posisi domino sebagai olahraga pikiran (mind sport).

Bersama PORDI, KONI Jawa Timur, serta didukung IESPA, HGI menghadirkan turnamen domino dengan standar nasional. Sebanyak 768 pasangan atau lebih dari 1.536 peserta dari 27 provinsi mengikuti kompetisi ini.

Turnamen dengan total hadiah Rp200 juta ini menggunakan sistem kompetisi terstruktur. Jumlah peserta yang besar menunjukkan domino tidak lagi dipandang sebagai permainan hiburan, tetapi telah berkembang menjadi olahraga berbasis strategi, analisis, dan pengambilan keputusan.

Perwakilan HGI, Ray, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan turnamen tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas keberhasilan terselenggaranya turnamen domino profesional HGI di Surabaya ini. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, KONI Jawa Timur, PB PORDI, IESPA, serta UMKM lokal dan seluruh peserta dari 27 provinsi,” ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (19/4/2026).

Ia menambahkan, turnamen ini menjadi momentum untuk memperkuat pengakuan domino sebagai olahraga pikiran.

“Melalui turnamen besar seperti ini, kami ingin menegaskan bahwa domino memiliki fondasi untuk berkembang sebagai olahraga yang kredibel dan layak mendapat pengakuan resmi. Ini bukan sekadar hiburan, tetapi olahraga dengan sistem, aturan, dan kompetisi yang jelas,” katanya.

Kesuksesan di Surabaya melanjutkan capaian HGI sebelumnya di Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, yang diikuti lebih dari 3.000 peserta. Rangkaian turnamen akan berlanjut ke Padang dan Bekasi sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kompetisi domino nasional.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, menyampaikan apresiasi melalui sambutan virtual.

“Saya berharap ajang ini memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya dalam pembinaan atlet domino yang mampu mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menilai turnamen ini memperkuat legitimasi domino sebagai olahraga yang terstruktur.

“Olahraga domino ini memiliki induk organisasi dari pusat hingga daerah, sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan diikuti oleh semua kalangan,” katanya.

Ia juga menyoroti dampak ekonomi dari penyelenggaraan turnamen. Kehadiran peserta dan pengunjung dinilai meningkatkan aktivitas UMKM dan sektor perhotelan.

“UMKM mendapatkan manfaat langsung dari meningkatnya jumlah pengunjung, dan sektor perhotelan ikut terdorong dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah,” ujarnya.

Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyebut ajang ini sebagai wadah menjaring atlet potensial.

“Ini bukan sekadar event, tetapi ruang untuk mengakomodasi potensi yang selama ini belum tersalurkan secara optimal,” katanya.

Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menegaskan bahwa domino yang dikembangkan telah melalui pembinaan terstruktur dan memenuhi prinsip yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan, permainan domino dalam ekosistem tersebut tidak mengandung unsur perjudian, tidak ada taruhan uang antar pemain, tidak menimbulkan kemudharatan, serta dijalankan dalam kerangka olahraga dan kompetisi resmi.

“Melalui PORDI kami menyusun aturan yang tegas. Domino yang dikembangkan saat ini berada dalam koridor olahraga. Tidak ada unsur judi, tidak ada taruhan, dan seluruh sistem permainan diarahkan pada kompetisi yang sehat dan sportif,” ujarnya.

Peserta juga memberikan respons positif. Marlina, peserta asal Samarinda, Kalimantan Timur, menilai penyelenggaraan turnamen berlangsung profesional.

“Saya sudah ikut banyak turnamen, tapi yang di Surabaya ini sangat profesional. Domino mengajarkan strategi, sportifitas, dan pengambilan keputusan, yang juga relevan dalam dunia usaha,” ujarnya.

Pelaku UMKM turut merasakan dampaknya. Ahmad, pedagang minuman di lokasi acara, menyebut omzetnya meningkat hingga 100 persen selama turnamen.

“Alhamdulillah, pendapatan saya meningkat drastis selama event ini,” katanya.

Turnamen domino HGI di Surabaya menunjukkan perkembangan domino sebagai olahraga pikiran yang kompetitif serta berdampak pada perekonomian lokal. Kolaborasi antara HGI, KONI Jawa Timur, PORDI, dan pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya memperluas pengakuan domino di tingkat nasional.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *