JAKARTA – Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Republik Korea pada 30 Maret hingga 1 April 2026 menghasilkan komitmen kerja sama bisnis senilai total 33,89 miliar dolar AS atau setara Rp575 triliun. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merinci nilai kesepakatan dari Jepang mencapai 23,63 miliar dolar AS (Rp401,7 triliun), sementara dari Korea Selatan sebesar 10,26 miliar dolar AS (Rp174 triliun). “Capaian itu menunjukkan tingginya kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo,” ujar Teddy di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Beberapa faktor yang menjadi daya tarik investor antara lain komitmen pemerintah dalam hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi, serta pembangunan sektor strategis nasional. Selama kunjungannya, Presiden Prabowo melakukan pertemuan dengan Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Tokyo untuk membahas isu strategis termasuk penguatan kerja sama lingkungan hidup. Prabowo juga bertemu dengan para pengusaha dan investor Jepang dalam acara Japan-Indonesia Business Forum.

Total nilai komitmen bisnis yang diraih dari kedua negara mencerminkan tingginya kepercayaan mitra dagang terhadap stabilitas ekonomi dan iklim investasi Indonesia. Pemerintah optimistis berbagai kesepakatan yang telah dihasilkan dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi percepatan pembangunan nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *