Jakarta – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana menghentikan impor solar mulai semester II 2026 dengan implementasi penuh B50, campuran 50% biodiesel sawit dan 50% solar fosil. Saat ini uji jalan B50 masih berjalan dan diperkirakan selesai dalam 6-8 bulan. Setelah uji lulus, pemerintah akan resmi menggunakan B50 sehingga impor solar bisa dihentikan.
Program mandatori B50 ini bertujuan meningkatkan kemandirian energi dan mengurangi impor bahan bakar. Namun, realisasi B50 butuh pasokan CPO (minyak sawit mentah) yang stabil, dan pemerintah menyiapkan langkah seperti intensifikasi lahan dan pengurangan ekspor. Kebutuhan FAME untuk B50 diperkirakan mencapai 19 juta KL, sedangkan stok 2025 sekitar 15,6 juta KL.
Sebelumnya Indonesia sudah menjalankan B40 yang pada 2025 berhasil mencapai 64,7% target penggunaan biodiesel dan menghemat devisa negara sekitar Rp147,5 triliun. Pemerintah terus memantau kesiapan teknis dan pasokan bahan baku untuk kelancaran transisi ke B50 tahun depan.

