JAKARTA – Gereja di Papua Nugini berharap kunjungan pemimpin umat Katolik seluruh dunia Paus Fransiskus bisa mengobati negara itu dari korupsi hingga persoalan sihir. bisa membantu negara Oseania itu mengubah pendekatan mereka terhadap masalah mendesak dan penyakit sosial.

Papua Nugini menderita kemiskinan yang meluas akibat pemerintah yang salah urus, korupsi merajalela, dan transparansi yang minim seputar penambangan dasar laut. Kenaikan permukaan air laut karena krisis iklim juga menjadi ancaman nyata bagi negara Pasifik ini. Dia bercerita bahwa yang menjadi perhatian gereja di Papua Nugini yakni kekerasan terkait ilmu sihir yang diutamakan kepada perempuan.

Dia lalu meyakini pernyataan Paus Fransiskus akan berdampak jangka panjang bagi para pemimpin dan rakyat Papua Nugini. Paus Fransiskus berada di Papua Nugini pada 6-9 September. Setelah dari Papua Nugini, Paus akan melanjutkan tur apostolik ke Timor Leste dan Singapura.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *