Jakarta – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan ketersediaan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra. Kepastian tersebut dibahas dalam pertemuan di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (27/10/2026). Tito yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menjelaskan, program pemulihan direncanakan berlangsung pada 2026 hingga 2028. “Kita sudah melakukan diskusi itu dengan Bapak Menteri Keuangan, alhamdulillah, insyaallah anggarannya tersedia,” ujar Tito.
Selain membahas anggaran pemulihan bencana, keduanya menyoroti kondisi sejumlah daerah yang memiliki kapasitas fiskal rendah, terutama daerah dengan porsi belanja pegawai mencapai lebih dari 40 hingga 50 persen. Untuk mencari solusi, Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri akan membentuk tim teknis guna membahas persoalan pembiayaan daerah. Pertemuan tersebut juga membahas pemberian insentif fiskal kepada daerah berprestasi sebagai bentuk apresiasi pemerintah sekaligus mendorong persaingan positif antardaerah.
Suahasil menegaskan, program rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah dianggarkan pada 2026 harus diselesaikan sesuai rencana. Pemerintah juga mulai mempersiapkan kebutuhan anggaran untuk kelanjutan program pada 2027 dan 2028. “Yang dianggarkan dan direncanakan tahun 2026, ini harus diselesaikan semuanya. Setelah itu kita juga membicarakan untuk 2027,” jelas Suahasil. Ia menambahkan, ketersediaan anggaran akan terus dipastikan agar seluruh program pemulihan berjalan sesuai rencana induk dan tidak menyisakan pekerjaan yang terbengkalai.

