Jakarta – PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga terus mempercepat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan meningkatkan pelayanan di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini dilakukan melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan operasional terminal, serta pemantauan stok dan distribusi secara berkala. Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pengiriman diprioritaskan ke SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Berdasarkan pemantauan operasional pada Selasa (27/10/2026), antrean BBM di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara telah kembali terkendali, sedangkan kondisi di Lampung dan Gorontalo menunjukkan tren penurunan. Di Jawa Timur, Pertamina menambah 41 mobil tangki berkapasitas total 1.184 kiloliter serta mengoptimalkan operasional sejumlah terminal selama 24 jam dan pelayanan di 17 SPBU yang beroperasi sepanjang hari. Sementara itu, Sulawesi Utara mendapat tambahan 11 mobil tangki berkapasitas 200 kiloliter, sedangkan Lampung memperoleh tambahan 20 mobil tangki berkapasitas 320 kiloliter serta pengalihan pasokan sebesar 120 kiloliter dari Integrated Terminal Palembang.
Kitty menjelaskan, penguatan distribusi dilakukan dengan menyesuaikan kondisi setiap wilayah, termasuk peningkatan permintaan, jarak tempuh, medan sulit, hingga kendala akses kapal menuju terminal. Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait untuk mengawasi distribusi serta mengatur antrean di SPBU. “Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Kitty. Perusahaan mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

