SURABAYA – Ancaman heat stroke atau sengatan panas menjadi perhatian di Kota Surabaya. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis yang dapat mengancam nyawa apabila tidak segera ditangani. Masyarakat diminta mengenali gejala dan melakukan pertolongan awal untuk mencegah kondisi korban semakin memburuk.
Dokter Michael Leksodimulyo, MBA, M.Kes, yang juga merupakan anggota Komisi D DPRD Surabaya, mengingatkan sejumlah tanda bahaya heat stroke. Gejala tersebut meliputi tubuh yang sangat panas, kebingungan, perubahan perilaku, kejang, hingga penurunan kesadaran. Kulit korban juga bisa kering maupun tetap berkeringat, sehingga kondisi ini tidak dapat dinilai hanya dari banyaknya keringat.
Jika mencurigai seseorang mengalami heat stroke, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat 112 atau layanan medis setempat. Korban perlu dipindahkan ke tempat teduh atau ruangan sejuk, pakaian dilonggarkan, serta tubuh segera didinginkan menggunakan air sejuk, kain basah, atau kompres dingin sembari menunggu bantuan medis. Apabila korban mengalami kebingungan atau tidak sadar, jangan memberikan minuman melalui mulut karena berisiko menyebabkan tersedak.
Menanggapi ancaman tersebut, Michael mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kasus heat stroke serta percepatan penyusunan Heat Action Plan atau rencana aksi panas Kota Surabaya. Ia menilai, Dinas Kesehatan perlu memetakan lokasi kejadian, usia korban, faktor risiko, tingkat keparahan, hingga hasil penanganan pasien. Sistem peringatan dini berbasis informasi BMKG juga perlu diperkuat, disertai protokol kegawatdaruratan yang menghubungkan puskesmas, RSUD, ambulans, PMI, BPBD, dan layanan darurat.
Selain itu, perlindungan bagi pekerja lapangan dan informal perlu menjadi perhatian melalui penyediaan air minum, tempat berteduh, waktu istirahat, serta penyesuaian jam kerja saat cuaca sangat panas. Edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, dan warga dengan penyakit kronis, juga perlu diperluas. Michael turut mendorong pemetaan kawasan dengan paparan panas tinggi, dukungan anggaran pencegahan, serta indikator evaluasi terukur, mulai dari jumlah kasus, kecepatan respons medis, hingga angka kematian dan komplikasi akibat sengatan panas.

