Prabowo Bantah Kabinet Gemuk, Sebut Indonesia Hanya Punya Satu Kabinet
Presiden Prabowo Subianto membantah anggapan bahwa kabinet pemerintahannya terlalu gemuk dan tidak efisien. Ia menegaskan, besarnya koalisi politik yang dibentuk bertujuan menyatukan sebanyak mungkin kekuatan politik untuk memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia.
Prabowo mengatakan, Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk hampir 300 juta jiwa. Menurutnya, dinamika politik di Tanah Air juga besar, sehingga persaingan untuk mendapatkan posisi di pemerintahan tidak terhindarkan.
“Pasti persaingannya keras, kursi terbatas. Kok ada yang senyum ya? Pemimpin partai ini sadar kursi terbatas. Presiden hanya satu,” kata Prabowo.
Ia menegaskan tidak ingin mengutak-atik hal-hal yang sudah berlalu. Prabowo kemudian membandingkan struktur pemerintahan Indonesia dengan Eropa yang terdiri dari puluhan negara, masing-masing dengan pemerintahan sendiri.
“Tapi saudara-saudara, saya ingatkan negara kita hampir 300 juta. Negara kita fisiknya sebesar Eropa. Eropa itu, 30 negara. Ada 30 kabinet. Ada 30 Menteri Keuangan. Ada 30 Panglima TNI. Ada 30 Jaksa Agung. Ada 30 Kapolri,” ujar Prabowo.
Prabowo lantas mempertanyakan anggapan bahwa kabinetnya tidak efisien. Ia menekankan bahwa Indonesia hanya memiliki satu kabinet untuk mengelola pemerintahan di seluruh wilayah Tanah Air.
“Indonesia satu kabinet, saudara-saudara. Mana yang, mana yang tidak efisien? Mana yang tidak efisien?” sambungnya.

