Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia membawa rencana 18 proyek hilirisasi dengan nilai investasi sekitar Rp618,13 triliun. Proyek tersebut disiapkan saat Bahlil menjabat Ketua Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional dan dokumen pra-studi kelayakannya diserahkan kepada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada Juli 2025.

Bahlil kini juga tetap menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Dari 18 proyek tersebut, delapan berada di sektor mineral dan batu bara, dua transisi energi, dua ketahanan energi, tiga hilirisasi pertanian, serta tiga hilirisasi kelautan dan perikanan. “Kami sudah ada sekitar 18 proyek yang sudah siap pra-FS-nya Pak Kepala Danantara, dengan total investasi sebesar US$38,63 miliar atau setara dengan Rp618,13 triliun,” kata Bahlil pada Juli 2025.

Berdasarkan kajian awal pemerintah, 18 proyek tersebut berpotensi menciptakan 276.636 lapangan kerja langsung dan tidak langsung. Nilai investasi terbesar berasal dari sektor mineral dan batu bara sebesar US$20,1 miliar dengan potensi penyerapan 104.974 tenaga kerja, disusul sektor ketahanan energi US$14,5 miliar dengan potensi 50.960 tenaga kerja.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *