Jakarta – Staf Khusus Menteri Agama (Menag) Gugun Gumilar membantah narasi yang menyebut Presiden Prabowo Subianto ditegur Pondok Modern Darussalam Gontor melalui pembacaan Surah Al-Ahzab ayat 70 hingga 73. Pembacaan ayat tersebut dilakukan dalam rangkaian peringatan 100 tahun Gontor yang dihadiri Prabowo pada 19 September 2026. Gugun mengatakan lantunan ayat tersebut merupakan doa dan nasihat universal bagi setiap pemimpin agar berkata benar. “Saya pastikan, Gontor menyambut Presiden Prabowo dengan penuh hormat, penuh adab sebagai kepala negara. Lantunan Al-Ahzab itu adalah doa dan nasihat universal untuk setiap pemimpin agar senantiasa berkata benar,” kata Gugun dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (27/9/2026).
Gugun juga membantah tulisan berjudul “Gontor Menegur Prabowo dengan Al-Qur’an” yang beredar di media sosial. Ia menyebut narasi tersebut telah mencatut nama Gontor dan mengaitkan istilah qaulan sadida dengan tuduhan bahwa Presiden Prabowo berbohong kepada masyarakat. “Ini adalah hoaks murahan dan fitnah yang dibungkus agama. Jangan bawa-bawa nama besar Gontor untuk framing politik jahat,” ujarnya. Gugun kemudian menyebut sejumlah kebijakan pemerintah di bidang penegakan hukum dan pendidikan sebagai bagian dari kinerja pemerintahan Prabowo.
Di bidang penegakan hukum, Gugun menyoroti pengambilalihan sekitar lima juta hektare kawasan hutan negara yang disebut dikuasai secara ilegal, penanganan dugaan perkara mafia minyak dan gas bumi, serta pemberantasan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara di bidang pendidikan, pemerintah disebut menjalankan renovasi sekolah dan madrasah serta pembangunan Sekolah Rakyat berasrama. Gugun juga menyampaikan rencana pembentukan Lembaga Pengelola Dana Umat (LPDU) untuk mengelola potensi wakaf, infak, dan sedekah yang disebut mencapai Rp1.000 triliun per tahun. Ia meminta masyarakat lebih cermat menyikapi informasi di media sosial. “Kalau mau kritik, kritik dengan data, dengan prestasi. Rakyat sudah cerdas. Jangan jual ayat untuk kebencian,” katanya.

