Batang – Wakil Presiden Gibran Rakabuming bertolak ke Kabupaten Batang, Jawa Tengah, untuk memastikan penanganan korban dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal. Sebanyak 276 warga di Kecamatan Bawang dilaporkan mengalami keluhan setelah menyantap makanan dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekitar 2.700 penerima manfaat. Gibran meminta seluruh korban mendapat pelayanan hingga pulih dan biaya pengobatan tidak membebani keluarga. “Hari ini saya langsung datang untuk memastikan korban tertangani dengan baik, keluarga mendapat kepastian, investigasi dituntaskan, dan pengawasan diperkuat,” kata Gibran, Senin (28/9/2026).
Gibran mengatakan penyebab kejadian masih dalam pemeriksaan dan meminta hasil investigasi disampaikan secara transparan kepada masyarakat. Ia juga meminta evaluasi dilakukan terhadap seluruh tahapan pelaksanaan MBG, mulai dari standar higiene, waktu pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan di lapangan. “Penyebab kejadian masih dalam proses pemeriksaan. Tapi investigasi harus segera dituntaskan dan penyampaian hasil investigasi harus secara transparan, sehingga dapat menjadi pembelajaran bersama,” ujarnya. Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam pengolahan makanan di dapur SPPG Bawang.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang BGN Hadirya mengatakan berdasarkan pemeriksaan awal dan rekaman kamera pengawas (CCTV), makanan telah diolah sejak pukul 19.30 WIB pada malam sebelumnya. Padahal, sesuai SOP, pengolahan seharusnya dilakukan setelah pukul 02.00 dini hari. Selain itu, ditemukan persoalan pada bangunan dapur, termasuk sekat dinding yang belum solid serta sistem limbah dan sanitasi yang belum memenuhi persyaratan teknis. BGN kemudian menutup sementara operasional SPPG Bawang selama 30 hari. “Ini merupakan hal yang fatal, karena sesuai SOP, pengolahan makanan seharusnya baru dilakukan setelah pukul 02.00 dini hari,” kata Hadirya.

