Pandeglang – Tim SAR gabungan menghentikan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak Kapal Arupadhatu I yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Pencarian dilakukan selama 10 hari sejak 7 September 2026 melalui jalur darat, laut, dan udara, namun belum ditemukan tanda keberadaan kapal maupun delapan orang di dalamnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan penghentian operasi tidak berarti pemantauan dihentikan. Informasi baru terkait keberadaan kapal dan penumpangnya akan tetap dipantau melalui SROP VTS, Lanal, Polairud, serta kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda. “Operasi SAR ini tidak berhenti sampai di sini. Setelah pencarian ini kami hentikan, kami lakukan pemantauan melalui SROP VTS, termasuk Lanal dan Polairud yang melakukan patroli,” ujarnya.
Sebelumnya, operasi diperpanjang tiga hari dari jadwal semula hingga 14 September 2026. Selama pencarian, petugas menemukan 13 objek berupa jaket pelampung, terpal, helm, dan galon, tetapi hasil pemeriksaan Polairud memastikan benda-benda tersebut tidak berkaitan dengan Kapal Arupadhatu I. Delapan orang terdiri dari tiga awak kapal dan lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Firdaus, dan Donal Husni.

