Anggota DPD RI Abdul Kholik menilai masih banyak aspek yang perlu dievaluasi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan itu disampaikan Kholik menyusul kasus dugaan keracunan yang dialami lebih dari 700 siswa SMKN 6 Semarang pada 31 Juli 2026. Kholik mengatakan program MBG memiliki tujuan yang baik, tetapi pelaksanaannya perlu diperbaiki, termasuk terkait anggaran bahan makanan. Menurutnya, anggaran bahan makanan sekitar Rp8-Rp10 ribu per porsi perlu ditinjau dan berpotensi dinaikkan menjadi Rp15-Rp20 ribu. Namun, kenaikan anggaran tersebut harus diikuti dengan penyasaran penerima yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, dia meminta sekolah diberi ruang untuk menentukan apakah bersedia menerima program MBG serta memastikan seluruh dapur MBG mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) telah membekukan sementara SPPG Karangturi setelah kasus dugaan keracunan di SMKN 6 Semarang. Kepala BGN Sudaryono mengatakan dari sekitar 700 siswa yang mengalami keluhan, sebanyak 13 orang sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas. BGN juga melakukan investigasi dengan memeriksa sejumlah sampel bahan makanan, termasuk daun singkong dan bumbu rendang, melalui uji laboratorium. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar sekitar satu pekan. Berdasarkan dugaan awal, kasus tersebut diduga berkaitan dengan proses pengolahan dan pemasakan bahan makanan yang dilakukan terlalu dini.

