Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan keberadaan agen-agen di desa, termasuk agen LPG, tetap terjamin meski pemerintah berencana menjadikan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai pusat penyaluran barang-barang bersubsidi. Kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar distribusi berbagai komoditas subsidi, seperti LPG 3 kilogram, pupuk, dan beras, dapat disalurkan langsung kepada masyarakat melalui koperasi desa.
Selain menyalurkan barang subsidi, Kopdes Merah Putih juga akan menjadi pusat distribusi berbagai bantuan pemerintah, seperti bantuan beras 10 kilogram Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan tunai bagi masyarakat miskin desil 1 dan 2, serta bantuan sektor pertanian. Ferry menjelaskan koperasi juga akan diperkuat melalui skema pembiayaan, baik melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), pembiayaan Mekaar dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), hingga berpotensi menjadi outlet layanan perbankan di tingkat desa.
Meski demikian, Ferry menegaskan kehadiran Kopdes Merah Putih tidak akan menghapus peran agen-agen yang telah lebih dulu beroperasi. Menurutnya, mekanisme pembagian penyaluran barang subsidi akan diatur lebih lanjut oleh kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian teknis dan PT Pertamina. Pemerintah memastikan pengaturan distribusi akan dilakukan secara proporsional sehingga keberadaan ribuan agen dan pangkalan yang sudah ada tetap dapat berjalan berdampingan dengan Kopdes Merah Putih.

