JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengklaim pemerintah Indonesia mampu mengatasi kekeringan karena masih banyaknya wilayah Nusantara yang kelebihan air. Ia menilai persoalan air tergantung pada bagaimana pemerintah pusat dan daerah mengelolanya. “Karena kadang-kadang kita sendiri yang tidak dapat menjaga alam kita. Hutan kita babat. Hutan, pohon-pohon di gunung kita babat. Akhirnya air tidak dapat ditahan terjadi kekeringan tapi hal-hal ini dapat kita atasi,” ujar Prabowo di Istana Presiden, Rabu (8/4/2026).Presiden mencontohkan Bogor dengan curah hujan tinggi dan menyebut masyarakat Indonesia harus bersyukur dengan limpahan air yang diberikan Tuhan. “Di bagian-bagian tertentu negara kita, Indonesia Timur, pulau-pulau tertentu masih ada kesulitan air. Tapi kita dapat mengatasi karena airnya ada. Tinggal mampu atau tidak kita mendapatkannya dan menjaganya,” imbuhnya. Indonesia sempat diterpa La Nina Lemah dari Oktober 2025 hingga Februari 2026, sehingga awal musim kemarau diprediksi datang lebih awal dengan puncaknya pada Agustus 2026.Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut lima daerah yang menjadi fokus mengantisipasi kekeringan dan menjaga produksi pangan, yaitu Kabupaten Banyuwangi, Lamongan, Ngawi, Ponorogo, dan Madiun. Emil menyatakan hampir semua wilayah memiliki potensi dampak kekeringan yang sama, sehingga diperlukan perhatian khusus terhadap daerah-daerah lumbung pangan selama musim kemarau. Pemerintah provinsi terus memitigasi dampak kekeringan dengan berbagai program dan koordinasi lintas sektor.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *