Iran – Kamis, 9 April 2026, Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran memberi peringatan kepada Amerika Serikat (AS) untuk memilih antara gencatan senjata atau melanjutkan serangan melalui Israel, dan tidak bisa memilih keduanya. Kantor berita Tasnim di Iran melaporan bahwa Teheran akan menarik diri dari perjanjian gencatan senjata dengan AS jika Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon. Tentara pertahanan Israel mengatakan pihaknya telah melancarkan serangan “terbesar” pada 100 lokasi dalam waktu 10 menit di Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan.

Sejak 28 Februari lalu bersamaan dengan serangannya terhadap Iran, Israel juga menyerang ruang udara dan darat Lebanon selatan sejak serangan lintas batas oleh kelompok pejuang Hizbullah pada 2 Maret. Israel dan Lebanon sendiri telah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak November 2024.

Untuk diketahui, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran. Iran juga mengirimkan proposal 10 poin sebagai negosiasi perdamaian dengan AS. Pengumuman tersebut disampaikan kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu dari Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan melakukan negosiasi atau Teheran akan menghadapi “kehancuran seluruh peradaban”.

“Bola ada di tangan Amerika dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai komitmennya,” ujarnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *