JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran di tengah eskalasi konflik yang terus memanas di Timur Tengah, dengan menargetkan serangan terhadap infrastruktur vital Iran seperti pembangkit listrik dan jembatan yang bisa segera dilakukan. Melalui platform media sosial Truth Social pada Minggu (5/4/2026), Trump menyebut serangan terhadap fasilitas penting Iran itu dapat dilakukan pada Selasa (7/4/2026) besok. “Hari Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan, semuanya sekaligus di Iran. Akan jadi sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya!!!” tulis Trump.

Kemarahan Trump dipicu oleh penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz untuk AS dan sekutunya. “Iran harus membuka Selat Hormuz atau kalian akan hidup dalam neraka—tunggu saja! Segala puji bagi Allah,” tegasnya. Ketegangan kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan militer gabungan ke Iran pada 28 Februari 2026 yang merenggut lebih dari 1.340 korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ayatullah Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar Israel serta negara-negara kawasan seperti Yordania, Irak, dan negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Iran juga memperketat pergerakan kapal di Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia dan lonjakan harga minyak. Konflik yang telah berlangsung lebih dari sebulan ini terus memicu eskalasi retorika dan ancaman militer dari kedua belah pihak.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *